Jumat, 28 Juni 2013

      HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN PEND.LUAR SEKOLAH UNESA punya new program, ayoo ikud berpartisipasi dalam program "PEDAL" (PenDidikan untuk Anak marjinaL) yakni sebuah kegiatan aksi sosial untuk memberikan buku dan alat tulis kepada adik-adik kita anak-anak jalanan sekaligus juga mengajak meraka belajar sambil bermain sehingga dapat memunculkan senyum yang penuh warna dari adik2 kita anak2 jalanan generasi emas indonesia.

     Anak Jalanan sering dipandang sebelah mata oleh sebagian mayarakat kita, namun mereka berbuat demikian karena mereka sesungguhnya membanting tulang untuk membantu orangtuanya agar dapat mendapatkan sesuap nasi. Sehingga mereka rela memangkas waktu bermain, istirahat dan bahkan belajar mereka untuk dapat mencari nafkah, maka dari itu dari latar belakang inilah program "PEDAL" ini lahir.

Ayoo!! ikud berpartsipasi dalam acara Pendidikan untuk Anak marjinaL, dengan ikut berdonasi Buku maupun alat tulis, dan bisa juga dengan memilih paket donasi sesuai yang ada dibawah

PAKET DONASI :
  a.50rb untuk Buku dan Alat Tulis
  b.30rb untuk Alat Tulis
dengan mentrasfer Donasi Bank BRI no.rek 6159-01-009694-53-6 a.n Solikah.setelah itu konfirmasi transfer dengan SMS ke nomor 0856 4981 9370 (solikah)

setitik kepedulian kita sangat berarti untuk memunculkan secercah harapan mereka untuk menggapai cita-cita. 
Ayoo  bantu adik adik kita untuk menggapai cita-cita .Dan mari munculkan senyum yang penuh warna dari adik-adik kita anak - anak Generasi Emas Indonesia.
#slamcinta Generasi Emas Indonesia

Contact Persons:
SOLIKAH
0856 4981 9370
TINOSA
0856 4873 9227

or click www.hmjplsunesa.org
FB      :hmj-plsunesa
twitter : @hmjplsunesa


Rabu, 20 Maret 2013

Pedoman Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) Tahun 2013

Pedoman Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) Tahun 2013 

             Sebagai pelengkap program-program yang telah ada sebelumnya, sejak tahun 2009 Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah meluncurkan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) untuk dilaksanakan dan dikembangkan oleh perguruan tinggi. Program tersebut dilaksanakan di seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan di beberapa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) hasil diseleksi Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) dengan alokasi dana yang berbeda-beda. PMW bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan sikap atau jiwa wirausaha (entrepreneurship) berbasis Iptek kepada para mahasiswa agar dapat mengubah pola pikir (mindset) dari pencari kerja (job seeker) menjadi pencipta lapangan pekerjaan (job creator) serta menjadi pengusaha yang tangguh dan sukses menghadapi persaingan global. Dalam rangka keberlanjutan, program ini juga bertujuan mendorong kelembagaan pada perguruan tinggi yang dapat mendukung pengembangan program-program kewirausahaan.

Selasa, 19 Maret 2013

Rapat Pertama HMJ-PLS Unesa 2013

Rapat Pertama Pada :
Hari/Tgl : Rabu, 09/01/2013
Pukul : 08.00 WIB
Tempat : Ruang Kelas 2010
Agenda : Penyusunan Struktur Kepengurusan HMJ PLS UNESA 2013-2014.Alhamdulillah Berjalan dengan lancar dan para anggota sangat antusias terlihat dengan semangatnya untuk hadir dan saling mengakrabkan antara anggota baru dan lama.....

Nama-nama Anggota Pengurus HMJ-PLS FIP Unesa 2013

NAMA-NAMA ANGGOTA PENGURUS HMJ-PLS FIP UNESA 2013

 -ADITYA FATMAWATI PUTRI
 -NUKY WINANDA
 -MU’AMMAR SYAIKHUL Q.ASS
 -AKHYARUDDIN A.
 -APRILLIA PUTRI S.
 -HAFIDHUDDIN MUBARROQ
 -ERNAWATI
 -SUKMA RINDY F.
 -M. ALIM ROSYIDI
 -NIZMATUL LAILY
 -KHALIMATUS SA’DIYAH

Pasca Musyawarah Mahasiswa Fakultas I (MMF) FIP Unesa

Pasca Musyawarah Mahasiswa Fakultas I (MMF)Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya
 19-20 Sabtu-Minggu di Villa Alif Pacet Mojokerto.Bagaimana hasil dan kelanjutannya untuk Ormawa se-Lingkungan FIP Unesa?????Tentunya Berharap Semoga Hasilnya Positif dan yang Terbaik untuk Kemajuan Organisasi Mahasiswa yang ada di Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya.(Amr-PL@SMA)

PR Untuk Ormawa se-Lingkup FIP Unesa 2013

Banyak sekali Pekerjaan Rumah (PR) yang perlu dipersiapkan Bagi Organisasi Mahasiswa se-Lingkup FIP Unesa Periode 2013-2014.Dalam sambutannya Pembantu Dekan III Drs. M. Nur Salim, M.Si mengatakan Ormawa FIP Unesa diharapkan untuk Periode 2013-2014 lebih Tertib Administrasi, Tertib Pelaporan, Tertib Pelaksanaan, Tertib Kegiatan, dan Tertib Acara. Supaya periode sebelumnya yang sudah Tertib dan Tertata Rapi di Tahun ini bisa lebih baik lagi.Disampaikan ketika mengahadiri MMF I FIP UNESA di Villa Alif Pacet Mojokerto.(Amr-PL@SMA)

Anggota HMJ-PLS UNESA 2013


Senin, 24 Desember 2012

Pergantian nama Organisasi Mahasiswa yang ada di Universitas Negeri Surabaya di mulai pada periode kepengurusan 2013. Berubahan nama tersebut berganti pada tingkat jurusan.Dimana sebelumnya bernama Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan (BEM - J)  kini berubah menjadi Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ).Dengan adanya hal tersebut, maka BEM J-PLS FIP Unesa berganti nama menjadi HMJ PLS FIP UNESA.

Naah Tidak hanya nama Ormawanya saja tapi, Pemimpin Baru pun telah terpilih untuk Ketua dan Wakil Ketua HMJ PLS FIP UNESA. Yaitu Saudara Ikhsan dan Widianto.Semoga dengan adanya pembaharuan nama ORMAWA (Organisasi Mahasiswa) dan Pemimpin baru bisa memberikan Suasana Baru, Proker BAru, Ide , Inovasi , Gebrakan dan Kesuksesan Selalu.

Rabu, 22 Agustus 2012

Artikel : Pendidikan Luar Sekolah Tentang Pendidikan Seumur Hidup

Pendidikan Luar Sekolah Tentang Pendidikan Seumur Hidup


Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus, dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu pemberian pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan. Salah satu dasar utama pendidikan adalah untuk mengajar kebudayaan melewati generasi.

Artikel : KURSUS: Pendidikan Luar Sekolah


KURSUS: Pendidikan Luar Sekolah

               Undang-Undang No. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa penyelenggaraan pendidikan dilaksanakan melalui dua jalur, yaitu jalur pendidikan sekolah dan jalur pendidikan luar sekolah. Jalur pendidikan luar sekolah merupakan pendidikan yang diselenggarakan di luar sekolah melalui kegiatan belajar mengajar yang tidak harus berjenjang dan bersinambungan. Satuan pendidikan luar sekolah meliputi kursus/lembaga pendidikan ketrampilan dan satuan pendidikan yang sejenis.

Aplikasi Andragogi dalam Pembelajaran Pendidikan Non Formal


Aplikasi Andragogi dalam Pembelajaran Pendidikan Non Formal


Selasa, 10 Oktober 2006
Bagaimana Tutor dalam penerapan andragogi?
Aplikasi Andragogi Dalam Pembelajaran Pendidikan Non Formal
Permasalahan yang paling sering muncul dalam pelaksanaan pendidikan luar sekolah adalah hasil belajar, output dan outcomenya. Ketidakmampuan peserta memahami dengan baik materi dalam bentuk pengetahuan, sikap, dan keterampilan merupakan indikasi kurang berhasilnya kegiatan pendidikan luar sekolah. Rendahnya hasil belajar sebagai indikator dari ketidakberhasilan pembelajaran, dimana peserta maupun tidak mampu menerima dengan baik bahan belajar yang diajarkan oleh tutor. Salah satu penyebab ketidakberhasilan pembelajaran pendidikan luar sekolah adalah metode pembelajaran yang tidak sesuai dengan prosedur pelaksanaannya dan andragogi belum diterapkan secara maksimal dalam pelaksanaan pembelajaran.

Artikel : Home Scholing


Home Scholing
Di Indonesia homeschooling mulai banyak dilakukan di kota-kota besar, khususnya oleh mereka yang pernah melakukannya ketika berada di luar negeri. Dalam perkembangannya, sekolahrumah atau homeschooling juga telah menjadi salah satu pilihan keluarga/orangtua yang mungkin diakibatkan adanya pandangan atau penilaian kurang baik terhadap sekolah dan merasa lebih siap untuk menyelenggarakan pendidikan anak-anaknya sendiri di rumah.

Kamis, 16 Agustus 2012

TARGET PERENCANAAN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH

                                 TARGET PERENCANAAN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH


Beberapa komponen yang perlu diperhatikan dalam perencanaan pendidikan luar sekolah adalah:
1. Penemuan yang telah ada sebelumnya .

Suatu perencanaan tidak akan berdiri sendiri terisolasi
darikegiatanegiatan dan kondisi-kondisi sosial ekonomi yang telah ada
dimasyarakat.Begitu pulahasil-hasil penelitian sebelumnya yang sangat berguna
dalam penenyusunan dan perencanaan .

Jenis Pendidikan Luar Sekolah


Jenis Pendidikan Luar Sekolah 


          Banyak jenis pendidikan luar sekolah, khususnya yang berupa kursus-kursus, yang merupakan lahan kegiatan yang didominasi oleh perempuan. Sebagai contoh dapat disebutkan kursus-kursus menjahit dan memasak. Di luar itu juga terdapat kegiatan-kegiatan pelatihan di bidang-bidang khusus, seperti menenun dengan teknik dan penggunaan ragam-ragam hias tradisional, yang dipimpin oleh ibu-ibu. Kegiatan pelestarian seni dan teknik tradisi yang semula sangat 'domestik' itu kini banyak ditransformasikan menjadi kegiatan publik, di mana peserta pelajaran menenun itu, misalnya, adalah wanita-wanita muda dari manapun, tidak perlu harus anak atau sanak dari si ibu yang merupakan nara sumber.

Minggu, 05 Agustus 2012

Ciri-Ciri Remaja Menurut Hurlock

Ciri-Ciri Remaja Menurut Hurlock

Ciri-ciri masa remaja menurut ahli psikologi remaja Hurlock (1992). Masa remaja mempunyai ciri tertentu yang membedakan dengan periode sebelumnya :
Ciri-ciri remaja menurut Hurlock (1992), antara lain :

Rabu, 25 Juli 2012

Artikel PLS : TUJUAN PERKULIAHAN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH S1


TUJUAN PERKULIAHAN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH S1

Perkuliahan pendidikan luar sekolah diberikan kepada mahasiswa dalam bentuk tatap muka,praktek dan kegiatan lapangan .
Adapun pengalaman belajar yang diperlukan dalam perkuliahan pendidikan luar sekolah adalah:
1.Mempelajari dasar-dasar perencanaan dan menyusun rencana terpadu pendidikan luar sekolah.
2.Berlatih menyusun perencanaan pendidikan luar sekolah.

Berita PLS : Pendidikan Luar Sekolah Belum Banyak Diakui


                                   Pendidikan Luar Sekolah Belum Banyak Diakui


Jakarta, Kompas - Pengakuan masyarakat terhadap pendidikan luar sekolah (PLS), masih belum sama. Bahkan, di kalangan pendidikan sendiri masih banyak yang tidak menganggap pendidikan luar sekolah sebagai kegiatan pendidikan yang turut mencerdaskan anak bangsa.
"Pengakuan terhadap PLS masih parsial. Meskipun di beberapa daerah banyak yang sudah mengakui lulusan PLS, namun tidak sedikit yang masih tak acuh," ujar Direktur Pendidikan Masyarakat Ekodjatmiko Sukarso di Jakarta, Selasa (17/6). Kepada Ekodjatmiko dimintakan tanggapan tentang ditolaknya lulusan program paket C (setara SLTA) dari Serang oleh panitia Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) di Jakarta untuk mengikuti tes masuk perguruan tinggi negeri.

Artikel PLS : JURANG PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH


                                   JURANG PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH

 

Pendidikan luar sekolah baik sebagai complement,suplement, maupun sebagai replacementpendidikan formal dapat melakukan banyak hal dalam menutupi jurang yang terjadi antara kebutuhan dan kenyataan tersebut.
Berbagai jurang yang timbul di masyarakat akibat tidak terjadinya keseimbangan yaitu:

METODE BELAJAR PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH


METODE BELAJAR PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH

Berbeda dengan metode yang banyak digunakan dalam pendidikan sekolah ,maka dalam pendidikan luar sekolah lebih banyak menggunakan metode metode pendidikan yang lebih banyak memberikan kebebesan kepada warga belajar untuk bisa mengebangkan minat dan bakatnya.
Martha M. Leopoldt memperkenalkan adanya 45 metode pendidikan luar sekolah:
1.Merangkum buku.
2. Curah Pendapat (Brainstrorming).
"Salah satu bentuk berpikir kreatif sehingga pertimbangan memberikan untuk
berinisiatif
kreatif.Peserta diharapkan mencurahkan ide yang timbul dari pikirannya".

Artikel ke-PLSan : KURSUS: Pendidikan Luar Sekolah


                                  KURSUS: Pendidikan Luar Sekolah

            Undang-Undang No. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa penyelenggaraan pendidikan dilaksanakan melalui dua jalur, yaitu jalur pendidikan sekolah dan jalur pendidikan luar sekolah. Jalur pendidikan luar sekolah merupakan pendidikan yang diselenggarakan di luar sekolah melalui kegiatan belajar mengajar yang tidak harus berjenjang dan bersinambungan. Satuan pendidikan luar sekolah meliputi kursus/lembaga pendidikan ketrampilan dan satuan pendidikan yang sejenis.